Go to Desktop Version
Kamis,20 September 2018 - 09:39 AM
Info Riau

Seniman Riau Anggap Ketua GP Ansor Pusat Amnesia Sejarah

LancangKuning.com - Pernyataan pembatalan ceramah oleh Ustaz Abdul Somad di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang informasinya ditentang oleh GP Ansor Pusat karna menganggap UAS tidak NKRI berbuntut panjang. Kamis, (20/09/2018).

Setelah pembubaran Ormas GP Ansor oleh masyarakat di Kantor Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Rabu kemarin (19/09), massa  meminta kepada GP Ansor untuk tidak melupakan sejarah. 

Syaukani Al Karim Seniman dan Budayawan Riau mengeluarkan pernyataan sikap. begini isinya : 

TAMPARAN KERAS BUAT YAKUT.....

"Surat Dari Melayu"

Menggelikan, sekaligus terdengar menjijikkan, ketika mendengar Tuan ingin berkhutbah tentang kebangsaan, NKRI, atau tentang Pancasila, di kampung kami, Riau.

Tuan mungkin sedang mengidap amnesia sejarah. Baiklah, aku sampaikan lagi, bahwa ketika negeri yang bernama Indonesia ini merdeka tahun 1945, kami masih negara berdaulat, dan lalu kami dengan kesadaran memutuskan untuk bergabung, menjadi Indonesia.

Kami masuk ke Indonesia, bukan dengan tangan kosong seperti Tuan. Kami menyumbang 10 provinsi, 2 daerah jajahan, 39 butir berlian, uang 13 juta gulden, menyumbang minyak, dan memberikan bahasa. Bahkan sampai hari ini, tanah kami, mulai dari blok kangguru, Dumai, dan Pakning, masih menyusukan negeri ini dengan 900 ribu barrel setiap hari. Kami berikan juga hasil hutan, kelapa sawit, hasil laut, dan berbagai komoditas lain.

Sejak eksploitasi stanvac sampai minyak bumi kami mengisi lambung kapal Gage Lund tahun 1955, kami sudah menyumbang ribuan trilyun kepada negeri ini. Kami juga telah memberikan bahasa, agar Tuan petah berkata kata.

Izinkan kami bertanya: Apa yang sudah negeri Tuan sumbangkan kepada Indonesia, sehingga Tuan merasa berhak untuk menceramahi kami soal kebangsaan? Minyak kampung kami juga ikut dalam tol, dalam jalan yang tuan injak di kampung Tuan. Minyak kami sudah membangun gedung gedung di kampung Tuan, bahkan republik ini. Itu sumbangan kami, mana sumbanganmu?

Tuan hanya mencintai negeri ini dengan tagar #nkrihargamati, atau #sayapancasilasayaindonesia, lalu Tuan merasa sudah demikian Indonesia?

Di kampung kami, orang kampung Tuan bisa menjadi apa saja, jadi gubernur, bupati, walikota, pengusaha, pejabat, anggota legislatif, bahkan menjadi bajingan pun boleh. Bisakah hal yang sama terjadi di kampung Tuan?

Di mana adab Tuan? Tuan menikmati kekayaan kami, tapi Tuan tanpa malu, tanpa moral mempersekusi ulama kami dan mempertanyakan keindonesiaannya. Apakah Tuan waras?

Berhentilah melakukan omong kosong, belajarlah untuk memiliki rasa malu. Antara kami dan Tuan tidak layak untuk disandingkan dalam keindonesiaan. Berhentilah meludahi muka sendiri..

 

Saukani Al Karim

Seniman dan Budayawan Riau


Sukai/Like Fan Page Facebook Lancang Kuning
Follow Instagram Lancang Kuning

Baca Juga

Jan 1st, 1970
Info Riau
Harga Sembako di Riau Naik, Menurut Taufiq OH Disebabkan El Nino 2023
Jan 1st, 1970
Info Riau
Gubri: Pemilu di Pekanbaru dan di Riau Berjalan Baik
Jan 1st, 1970
Info Riau
Gubernur Riau Dianugerahi Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia
Jan 1st, 1970
Info Riau
Kapolda Riau Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik
-7009 tahun yang lalu
Info Riau
Gubernur Rangkul Masyarakat Berpartisipasi Aktif Pada Pemilu 2024
Anda punya berita atau informasi yang menarik dan ingin di publikasikan. silahkan emailkan ke: redaksi@lancangkuning.com

©lancangkuning.com. All rights reserved.