Kritik Gibran, Rizal Ramli Kena Sekakmat Komisaris PLN

Daftar Isi

    Foto: Suasana diskusi Walikota Solo, Menteri PUPR dan seniman Sardono W Kusumo - Foto: ISTIMEWA

    Lancang Kuning – Mantan Menko Maritim Rizal Ramli (RR) memberikan kritik dan sentilan kepada Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka yang dianggapnya kurang memiliki sopan santun karena duduk di atas meja sementara ada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang duduk di kursi depannya yang lebih rendah.

    Kejadian itu terungkap dari foto yang diunggah warganet dan kemudian viral di sosial media, di mana waktu itu Gibran dan Basuki tengah meninjau pembangunan Pasar Legi (27/3). Sekilas memang nampak Gibran bersama Basuki dan seniman yang juga guru besar IKJ, Sardono tengah asyik berdiskusi bersama.

    Melalui akun twitternya, RR melontarkan cuitan sentilannya. Secara satir, dirinya mempertanyakan sejak kapan Basuki jadi bawahannya Gibran?

    "Sejak kapan Mas Basuki @KementrianPU jadi bawahan Walikota? kopas: Menteri PUPR Kunker Ke Solo Gibran Duduk Di Meja, Basuki Duduk Di Kursi," cuit RR.

    Dus tentu saja cuitan RR ini segera viral dan mendapatkan banyak komentar yang sebagian besar bernada negatif dan mengkritik etika Gibran sebagai orang timur atau Indonesia.

    Namun, sentilan RR tersebut segera mendapat serangan balik yang dilengkapi klarifikasi dari mantan deputi KSP Eko Sulistyo yang kini menjabat sebagai salah satu Komisris PLN.

    Eko yang dikenal dekat dengan Jokowi sejak merintis karier sebagai Walikota Solo ini juga balas menghimbau secara satir agar RR jangan turun kelas sebagai pengkritik.

    "Status Bang Rizal Ramli yang menyindir Menteri PUPR sejak kapan Mas Basuki jadi bawahan Walikota dengan menambahkan foto Gibran yang seakan duduk di meja dan Pak Menteri duduk di kursi, menurut saya tdk subtansial alias kelas "ecek-ecek," ujar Eko gemas.

    Menurut Eko ada dua alasan yang menjadikan kritik RR tersebut berpeluang mempermalukan diri sendiri. Pertama lokasi yang dijadikan pertemuan tersebut adalah sanggar budaya milik budayawan & koreografer Solo Sardono W Kusuma.

    Kedua, bangku-bangku sanggar seperti tampak dalam foto dibuat trap seperti bertingkat umumnya bangku arena teater.

    Jadi menurut Eko, bukan Gibran sengaja duduk di meja sementara Pak Menteri dan Mas Sardono duduk di kursi yang kemudian diberi narasi pertanyaan "Apakah Mas Basuki sudah jadi bawahan Walikota?" Padahal itu hanya angle fotografer untuk dibuat judul "bombastis" (clickbait) semata.

    "Mereka sama-sama duduk di bangku yang kebetulan posisi yang diduduki Gibran lebih tinggi. Terlihat mereka nyaman-naman saja," jelas Eko.

    Penjabaran Eko di atas diamini oleh Gibran sendiri. Kepada para wartawan yang mengklarifikasinya saat Gibran mengunjungi MAN 1 Solo, Gibran menjelaskan bahwa yang dia duduki memang kursi dan bukanlah meja. Mereka semua sama-sama duduk di kursi penonton.

    "Itu kan bukan meja. Itu kursi yang berundak gitu lho, kaya tribune," kata Gibran kepada wartawan, Senin (29/3).

    Terkait sentilan yang terlanjur dilontarkan RR dan kemudian viral, lebih lanjut, Eko memberikan saran agar RR tidak asal melontarkan kritik tanpa berdasarkan data dan informasi yang akurat sehingga berpeluang mempermalukan atau menjerumuskan diri sendiri, seperti dilansir Viva.co.id.

    "Saran saya Bang RR jangan turun kelas Bang. Yang lebih subtantif lah menyentilnya. Kita yang lebih tua harus bisa memberi kesempatan tampilnya para pemimpin muda. Salam sehat, Bang," pungkas Eko. 

     
    Sumber: Viva.co.id.

    Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.

    Bagikan Artikel

    data.label
    data.label
    data.label
    data.label
    Beri penilaian untuk artikel Kritik Gibran, Rizal Ramli Kena Sekakmat Komisaris PLN
    Sangat Suka

    0%

    Suka

    0%

    Terinspirasi

    0%

    Tidak Peduli

    0%

    Marah

    0%

    Komentar