Go to Desktop Version
Kamis,10 June 2021 - 05:44 PM
Pemerintah

Sopir Kontainer Ngeluh Dipalak Preman, Jokowi Langsung Telepon Kapolri

Foto: Presiden Jokowi telpon Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo soal pungli. (Biro Setpres)

 

Lancang Kuning – Presiden Joko Widodo usai memantau kegiatan pelaksanaan vaksinasi, langsung menggelar dialog dengan para pekerja yang sehari - hari berada di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. 

Presiden ketika mendapati keluhan, datang dari sopir kontainer yang merasa sering mendapat pungutan liar di pelabuhan, bahkan hingga di luar pelabuhan sering mengalami 'dipalak' oleh oknum.

"Pak Kapolri, pagi. Saya di Tanjung Priok, banyak keluhan dari dari para driver kontainer yang berkaitan dengan pungutan liar, pungli," kata Presiden saat menghubungi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo lewat sambungan telepon, Kamis 10 Juni 2021.

"Siap bapak," sahut Sigit.

Presiden pun membeberkan pungli terjadi di berbagai titik. Setidaknya Jokowi menyebut empat lokasi yakni di Depo Fortune, Depo Dwipa, dan Depo NPCT.

"Yang kedua juga, kalau pas macet itu banyak driver-driver yang dipalak sama preman-preman. Keluhan ini tolong bisa diselesaikan. Itu saja pak Kapolri," lanjut Jokowi.

"Siap, sekarang Bapak," sahut lagi Sigit, dilansir LKC dari Viva.co.id

Salah satu pengemudi kemudian membeberkan lagi kejadian aksi premanisme dan pungli kepada para pengemudi. Pengemudi itu bilang ke Jokowi bahwa dampak dari kemacetan ini bisa ke mana-mana. Bongkar muat yang harus bisa dipersingkat, sekarang bisa makan waktu satu hari.

"Kebetulan ini memang situasi tidak tentu. Kemarin ada satu aparat kepolisian yang mengontrol situasi di NPCT karena ini viral (sebelumnya), pasti paginya lancar. Karena kalau pagi kita itu adanya di pabrik. Kalau jam segini kita biasanya ada di pabrik lagi ada muat atau bongkar. Lah macet-macet itu mulai habis Maghrib atau habis isya sampai malam.

"Makanya harapan saya dan teman- teman terkait kemacetan dan berdampak premanisme ini bisa secepatnya bisa dibenahi," sambung bapak pengemudi itu curhat kepada Presiden.

Menanggapi itu, Jokowi pun berjanji menuntaskan masalah ini. Oleh karenanya dia langsung menelepon Kapolri, meski ada Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran turut hadir pada pertemuan tersebut. 

Presiden tak ingin lagi melihat kasus ini karena pendapatan sopir truk yang tak begitu besar masih ditambah pungli serta preman yang meminta uang di jalanan.

"Saya kira juga sudah didengar langsung oleh Bapak Kapolda Metro. Tapi saya tidak perintah langsung tapi ke Kapolri. Biar semuanya jelas. Dan bisa diselesaikan di lapangan. Nanti akan saya ikuti proses ini," tegas Jokowi. (LK)

Sukai/Like Fan Page Facebook Lancang Kuning
Follow Instagram Lancang Kuning

Baca Juga

Jan 1st, 1970
Pemerintah
Jokowi Ungkap Kunci Sukses Para Wanita Pengusaha Kala Pandemi
Jan 1st, 1970
Pemerintah
Tak Jujur soal Konflik Gaza, Kemlu Ungkap Faktanya
Jan 1st, 1970
Pemerintah
Sekjen: 11 Anggota DPR RI Terpapar COVID-19
Jan 1st, 1970
Pemerintah
Jawaban Tegas Ahok Soal Stop Kartu Kredit Pertamina Limit Rp30 M
Jan 1st, 1970
Pemerintah
Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi PLN, Ini Daftarnya
Anda punya berita atau informasi yang menarik dan ingin di publikasikan. silahkan emailkan ke: redaksi@lancangkuning.com

©lancangkuning.com. All rights reserved.