Go to Desktop Version
Jumat,11 June 2021 - 04:14 PM
Hukum

Palak Sopir Kontainer, Preman di Priok Raup Rp6,5 Juta Per Hari

Foto: Polisi mengamankan puluhan preman yang lakukan pungli terhadap sopir kontainer. (VIVA/Andrew Tito)

 

Lancang Kuning –  Polisi menyebut para preman yang memalak para sopir truk kontainer bisa meraup hingga Rp 6,5 juta per hari, saat beraksi di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, para supir truk yang diberhentikan preman atau pemungutan liar di jalan, biasa keluarkan uang belasan ribu rupiah. Dalam satu hari di Jakarta Utara, ratusan truk selalu lewati jalan protokol dan diberhentikan para pemungut liar.

"Jadi total di Fortune ini sekitar Rp13.000 yang bisa dikeluarkan oleh sopir. Sedangkan satu hari bisa 500 kendaraan kontainer. Coba dikalikan, sekitar Rp6,5 juta yang dikeluarkan oleh para sopir," ujar Yusri saat rilis kasus di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat 11 Juni 2021.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Yusri mengatakan pungli terhadap sopir kontainer juga terjadi di pangkalan perusahaan peti kemas lain milik PT Dwipa, diketahui ada empat pos yang menjadi tempat karyawan untuk meminta uang kepada para sopir kontainer selama beroperasi di dalam.

"Di perusahaan DKM atau Dwipa, ada 4 pos. Total semua per 1 kontainer ada bisa mengeluarkan Rp11.000. Sehari bisa 350 sampai 500 kendaraan," ujarnya.

Sementara para sopir truk kontainer juga masih mengeluarkan uang yang diberikan kepada para preman di sepanjang jalan raya.

"Belum lagi preman-preman yang di luar itu. Mereka sengaja membuat macet, kemudian ketok kaca minta uang. Ini sering viral di media sosial. Pelaku juga diamankan," ujarnya.

Diketahui sebelumnya, Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara menangkap puluhan preman yang sering kali beraksi melakukan pemalakan terhadap para sopir truk kontainer di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Yusri mengatakan, puluhan orang yang ditangkap itu merupakan karyawan PT Dwipa hingga preman yang biasa menjalani aksi pungli di kawasan industri tersebut.

"Dari Polres Utara mengamankan 42 orang dari 2 TKP. Kemudian Polsek Cilincing dan Tanjung Priok mengamankan 6 dan 8 orang. Juga Polres Metro Tanjung Priok atau KP3 mengamankan 7 orang," ujar Yusri, dilansir LKC dari viva.co.id

Penangkapan para pelaku setelah Presiden Joko Widodo mendapatkan keluhan dari para sopir kontainer yang resah kepada aksi pungli tersebut.

Setelah mendengar keluhan itu, Presiden Jokowi kemudian menghubungi Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk memberantas terkait kejahatan tersebut.

"Kemarin kita ketahui ada kegiatan tatap muka Bapak Presiden dengan sopir truk kontainer di Pelabuhan. Ada keluhan dari supir kontainer tentang adanya pungli dilaukan oleh karyawan dan preman hingga menghambat perekonomian," ujarnya.

Yusri menjelaskan, para pelaku yang diamankan, berada di lokasi yang berbeda-beda mulai dari jalan raya yang mengarah masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok.

Para pelaku pun telah memiliki pos-pos masing-masing untuk mengambil uang dari para sopir truk tersebut dengan besaran nominal uang yang juga berbeda beda.

"Ini yang dilakukan oleh pelaku pungli uangnya mulai dari Rp2 ribu, Rp5 ribu, sampai Rp 20 ribu.” ujarnya. (LK)

Sukai/Like Fan Page Facebook Lancang Kuning
Follow Instagram Lancang Kuning

Baca Juga

Jan 1st, 1970
Hukum
30 Perempuan Gugat Situs PornHub yang Eksploitasi Video Mereka
Jan 1st, 1970
Hukum
Istilah Taliban di KPK, Mantan Pimpinan Beri Penjelasan
Jan 1st, 1970
Hukum
Skenario Kejagung Pulangkan Buronan Adelin Lis ke Indonesia
Jan 1st, 1970
Hukum
Bupati Alor Dilaporkan ke Bareskrim Gegara Hina dan Fitnah Risma
Jan 1st, 1970
Hukum
Oknum Polwan Jadi Calo, Padahal Pangkat Masih Bripka
Anda punya berita atau informasi yang menarik dan ingin di publikasikan. silahkan emailkan ke: redaksi@lancangkuning.com

©lancangkuning.com. All rights reserved.